
Sudah 2 tahun 7 bulan jagoan kami . Setiap sabtu selalu semangat untuk berangkat sekolah. Disaat kami masih bermalas-malasan, Jagoan sudah ribut " banun bunda, banun pa, Dipto mau cekolah tamben tots (bangun bunda, bangun pa, Dipto mau sekolah Tumble Tots). udah cerewet Dia sekarang. Bercerita salah satu hoby-Nya walau terkadang kehabisan kosa kata padahal banyak yang ingin Dia sampaikan dan kalimatnya terkadang masih berantakan. kalo dah gitu, ilang deh capek kerja seharian.
karena tidak banyak teman bermain dirumah, sekolah jadi pilihan kami buat Si-Dipto. Tetap pada prinsip "tidak ada paksaan harus bisa ini dan itu". Disekolahpun kami tidak memaksa Dia harus ikut setiap step materi yang diberikan dikelas saat itu. pembimbing di sekolahnya cukup cooperatif soal ini. Semua kami biarkan mengalir saja.
Dua bulan setelah dia sekolah, kami takjub . Dipto mengingat apa yang sudah diajarkan disekolahnya, padahal ketika materi itu diajarkan Dia seperti tidak meyimak sama sekali, tidak duduk tertib dalam lingkaran. Yang lebih membuat kami takjub, Dia mulai mau bergabung dengan teman-temannya, mulai sabar kalo disuruh antri keluar usai jam sekolah, mulai sabar kalo keiinginannya belum dipenuhi.
Jagoan kami belajar banyak dengan melihat , mendengar. mengalami, tanpa terbebani target yang diinginkan orang tuanya. Karena kami yakin Dia punya target untuk dirinya sendiri dan dia tahu bagaimana mencapainya.
Bebaslah meraih apa yang ingin kau raih Anakku. Papa dan Bunda selalu ada untukmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar